1. ... seperti saat mendekati gebetan. Pengen rasanya berada di sebelah orang itu. Tapi kok, susah banget sih buat melangkah? Satu langkah saja, sudah membuat kaki gemetaran. Jadi apa nggak? Kaki mana dulu yang harus dilangkahkan? Apa gak usah aja yah? Apa nanti aja yah kalau sudah sepi? Kapan sih sepinya? Malam Jumat Kliwon?
2. ... Seperti sehabis makan sambal korek bebek H. Slamet saat rapat kantor. Antara pengen disetor saat itu juga dan pengen ditahan sampai presentasi selesai. Mood mood-an banget lah.
3. ....seperti saat ini, gue menghabiskan waktu 5 menit aja buat memikirkan kata pertama yang akan gue tulis setelah judul di atas.
Years ago i used to wrote on a journal, the kind of personal journal, of course. Meskipun gak tiap hari menulis, tapi ada lah satu dua kejadian yang membekas di hati dan membuat gue bertekad harus menulis pengalaman tersebut di jurnal. Biarpun kejadian maha penting itu cuma sekedar berpapasan di lorong sekolah sama gebetan, tetep gue tulis dengan khusyuk. Pake preambul standar "dear diary" endebray endebrey. It was fun, i was excited. Apalagi saat membaca kembali tulisan-tulisan gue. Rasanya gue yakin 20 tahun kemudian jurnal gue akan diterbitkan oleh penerbit terkenal dan menjadi best seller nasional. Gue juga menambahkan ilustrasi-ilustrasi sederhana, siapa tahu pembaca kelak haus akan penggambaran akan manisnya wajah gebetan-gebetan gue.
Kemudian masa malas menulis itu datang. Pekerjaan, pacaran, pernikahan, anak, rumah tangga menyerap energi gue. Bahkan pacaran yang dulu gue gadang-gadang akan menjadi sumber entri jurnal paling moncer ternyata malah membuat gue jadi kontraproduktif. Gimana gak males, kalau selama pacaran /persiapan pernikahan gue lebih tertarik browsing seharian "tips menghilangkan bekas jerawat menahun", "20 cara mengetahui apakah dia belahan jiwa anda", "EO pernikahan Tradisional", "Ide Souvenir Wedding Murah" "Resep Masakan Sederhana", Hilanglah sudah angan-angan kontrak buku yang menjadikan gue multi jutawan.
Satu buku super imut yang tebal akhirnya cuma jadi pemanis rak buku berdebu selama lima tahun terakhir. Berapa banyak entri yang gue tulis selama lima tahun itu? Cuma 3 lembar saudara-saudara. Itupun isinya lebih mirip kutipan kalimat daripada satu atau dua paragraf utuh.
Nah, tiba-tiba gue suka lupa juga mau nulis apa setelah ini. Ide yang tadinya sudah muncul berderet siap ditumpahkan di sini tiba-tiba aja menguap macam parfum kena panas.
Ah, nanti deh gue lanjutin lagi kalau udah ada ide.
Radar menangkap bos mendekat. Pindah buka worksheet. Lanjut kerja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar